Perbedaan partisi GPT dan MBR

Selamat sore, pada kesempatan kali ini saya dapat kembali menulis artikel pada bagian info teknologi ini. Saat membeli perangkat komputer pengaturan partisi sangat penting dan disesuaikan dengan Firmware yang digunakan komputer. Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang Perbedaan  Legacy dengan UEFI dalam BIOS, nah pada kesempatan kali ini akan saya bahas Perbedaan tentang Perbedaan Partisi GPT dan MBR. Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa Legacy BIOS menggunakan Partisi MBR dan  UEFI menggunakan Partisi GTP. Lalu apa bedanya?

Sebelum kehadiran Sistem Operasi Windows 8, tidak banyak orang yang membcarakan tentang Partisi GPT dikarenakan Windows 7 memang hanya untuk diinstall pada partisi MBR. Tapi dengan kehadiran Windows 8 ditambah lagi bebrapa platform komputer sudah menggunakan UEFI firmware yang mengharuskan menggunakan partisi GPT, mengakibatkan orang-orang harus mencari tahu apa itu GPT dan apa bedanya dengan MBR?
Sebelum membahas tentang perbedaanya, kita bahas terlebih dahulu apa itu GPT dan MBR?
MBR adalah singkatan dari Master Boot Record, dalam sistem partisi MBR semua informasi yang terdapat dalam disk dipegang kendali oleh MBR, seperti file system, logical partition, extended partition, dll. MBR dapat digunakan untuk instalasi seluruh sistem operasi.
Salah satu fungsi yang paling dapat dirasakan oleh MBR adalah pada saat sistem operasi dalam proses booting, selama proses booting MBR akan mencari lokasi dimana terdapat boot sector, yang mana boot sector berisi file-file dan informasi yang dibutuhkan sistem sehingga dapat mencapai startup sampai ke dekstop.
Sejauh ini tipe partisi cukup bagus penggunaanya, apalagi jika belum menggunakan perangkat terbaru, namun Tipe partisi memilki kekurangan antara lain:
  • Hanya dapat mendukung hardisk maksimal 2 TB saja, sehingga jika perangkat baru anda mempunyai kapasitas hardisk diatas 2 TB anda tidak bisa menggunakan partisi MBR.
  • Hanya dapat mendukung untuk pembuatan maksimal Partition Primary saja, sehingga jika ingin membuat partisi lagi harus membuat logical partition.
  • Jika ingin membuat partisi lebih, 1 primary partition harus dikorbankan menjadi extended partition sehinggan dibawahnya bisa dibuat beberapa logical partition. Jika anda tidak tetap memaksakan membuat partition primary maka disk akan tekonvert ke Dinamic disk.
  • Informasi mengenai lokasi file sistem dan partisi sistem operasi hanya tersimpan pada sektor pertama pada hardisk tersebut, sehingga apabila hilang atau corrupted maka sistem operasi akan mengalami kerusakan alias tidak bisa digunakan.
Baca juga  Microsoft akan rilis mayor update Windows 10 dua kali per tahun
Itulah beberapa kekurangan partisi MBR, mengingat MBR termasuk dalam teknologi lama jadi wajar saja. Tapi seiring dengan berkembangnya teknologi kekurangan tersebut harus diatasi, maka dibuatlah tipe partisis GPT untuk mengimbangi perkembangan hardware dan firmware komputer. Lalu apa itu GPT?
GPT adalah singkatan dari GUID Partition Table. GPT merupakan generasi baru dari tipe partisi hardisk. Pada tipe partisi hardisk, layout tabel partisi didefinisikan menggunakan Global Unique Identifier. Hadirnya GPT diharapkan dapat menutupi kekurangan dari MBR, sehingga GPT pun mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan MBR, antara lain:

  • Mendukung media penimpanan atau hardisk hingga 9 ZB (Zettabyte), Zettabyte sendiri merupakan 3 tingkat diatas Terabyte (TB). Diatas TB ada Petabyte (PB), Exabyte (EB), dan Zettabyte (ZB). Ini merupakan kapasitas yang sangat besar, dan mungkin belum ada komputer saat ini yang menggunakan hardisk dengan kapasitas seperti ini yang berarti GPT partition dirancang untuk dapat digunakan di masa depan.
  • Dapat mendukung hingga 128 Primary Partition, sehingga anda tidak perlu mneggunakan Logical Partition jika ingin membuat banyak partisi.
  • Informai file sistem dan lokasi sistem operasi disimpan lebih dari satu loasi, sehingga jika yang utama rusak, sistem masih bisa digunakan dengan normal menggunakan backup lainnya.
Melihat uraian tersebut, secara ringkat perbedaan GPT dan MBR adalah:
  1. MBR hanya mendukung kapasitas penyimpanan 2 TB saja, sedangkan pada GPT mampu mendukung 9 ZB.
  2. MBR hanya dapat dibuat menjadi 4 primary partition, sedangan GPT mampu dibagi menjadi 128 primary partition.
  3. Pada MBR, informasi mengenai lokasi file sistem dan lokasi sistem operasi hanya disimpan pada sektor pertama pada hardisk tersebut, sedangkan pada GPT dilakukan penimpanan beberapa kali sebagai cadangan jika informasi utama mengalami kerusakan atau corrupted.
  4. MBR dapat digunakan untuk menginstall semua sistem operasi, GPT dapat digunakan untuk menginstall sistem operasi Windows 8 keatas dan motheboard komputer harus mendukung UEFI.
Baca juga  Apa itu Bash Linux?
Itulah perbedaan antara partisi GPT dan MBR, soal mana yang lebih baik sesuaikna dengan perangkat, jika perangkat anda sudah support UEFI silahkan gunakan GPT saja dan gunakan sistem operasi yang mendukung agar hasilnya maksimal. Silahkan bagikan informasi ini agar yang lain juga kebagian tahu. Terima kasih.
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker